PANGKEP.INIMAKASSAR.COM – Kementerian Agama Kabupaten Pangkep bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, memperkuat sinergi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang dukungan pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang kesehatan dan pendidikan agama di Aula Dinas Kesehatan, Kamis (20/08/26).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep Hj. Herlina, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Pangkep, serta seluruh pimpinan 13 pondok pesantren se-Kabupaten Pangkep yang mendapatkan dukungan di bidang kesehatan.
Penandatanganan PKS menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pembinaan dan pelayanan kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan tercipta lingkungan pesantren yang sehat, bersih, aman, dan mendukung proses pendidikan para santri.
Dalam sambutannya, Kadis Kesehatan Kabupaten Pangkep, Hj. Herlina, menyampaikan bahwa kesehatan merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan. Menurutnya, pondok pesantren merupakan salah satu lingkungan strategis dalam membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.
“Pesantren merupakan tempat berkumpulnya para santri untuk menuntut ilmu sekaligus membangun karakter. Karena itu, kesehatan santri harus menjadi perhatian bersama. Ketika santri sehat, maka proses belajar dan aktivitas di pesantren juga dapat berjalan dengan baik,” ujar Hj. Herlina.
Ia menambahkan, kerja sama antara Dinas Kesehatan dan Kementerian Agama diharapkan tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk pembinaan dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata. Para pimpinan pesantren diharapkan dapat menjadi penggerak dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing,” lanjutnya.
Hj. Herlina juga mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan kesehatan yang berpotensi terjadi di lingkungan pesantren.
Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama karena menjaga kesehatan jauh lebih baik daripada melakukan pengobatan setelah sakit.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, H. Ramli Rasyid, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kerja sama tersebut. Ia menilai sinergi lintas sektor merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, khususnya di pondok pesantren.
“Pendidikan dan kesehatan adalah dua hal yang saling berkaitan. Santri yang sehat akan lebih optimal dalam mengikuti proses pembelajaran dan pembinaan keagamaan. Karena itu, kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk perhatian bersama terhadap kehidupan dan masa depan para santri,” ungkapnya.
Sebanyak 13 pondok pesantren di Kabupaten Pangkep mendapatkan dukungan di bidang kesehatan melalui kerja sama tersebut. Dukungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat penerapan budaya hidup sehat di lingkungan pesantren.
Usai penandatanganan PKS, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi kesehatan oleh Hj. Herlina. Materi yang diberikan disusun secara praktis dan berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian di lingkungan pondok pesantren.
Beberapa materi yang disampaikan meliputi panduan praktis pencegahan kanker leher rahim, vaksin HPV, penyakit skabies, demam berdarah dengue (DBD), serta kebersihan sehari-hari.
Dalam materi pencegahan kanker leher rahim, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini. Sementara terkait vaksin HPV, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya imunisasi sebagai salah satu upaya pencegahan infeksi HPV.
Hj. Herlina juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap skabies, terutama di lingkungan pesantren yang memiliki interaksi cukup intensif antar-santri. Menjaga kebersihan diri, pakaian, tempat tidur, dan tidak saling menggunakan barang pribadi menjadi bagian penting dalam pencegahan.
Selain itu, peserta diberikan edukasi mengenai DBD dan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk secara rutin. Kebersihan lingkungan pesantren juga ditekankan sebagai tanggung jawab bersama.
Antusiasme peserta terlihat dalam diskusi yang berlangsung interaktif. Sejumlah persoalan terkait kesehatan santri, kebersihan lingkungan pesantren, pencegahan penyakit menular, serta langkah penanganan awal terhadap berbagai permasalahan kesehatan menjadi bagian dari pembahasan
Melalui sesi diskusi tersebut, para pimpinan pesantren mendapatkan kesempatan untuk memperoleh penjelasan secara langsung dari pihak Dinas Kesehatan sekaligus memperkuat pemahaman mengenai langkah-langkah preventif yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
Dengan adanya kerja sama antara Kemenag Pangkep dan Dinkes Pangkep, diharapkan pembinaan pondok pesantren dapat dilakukan secara lebih komprehensif, tidak hanya dari aspek pendidikan agama, tetapi juga dari sisi kesehatan.
Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pesantren sehat, santri kuat, serta pendidikan agama yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.






